Jumat, 28 Oktober 2011

Mario Teguh

Untukmu yang sudah letih dengan keraguan dan penantian waktu yang tepat - yang tak pernah datang itu, malam ini bisikkanlah …

Tuhanku Yang Maha Pemberi Petunjuk,

Aku mohon Engkau mengakhiri kebiasaanku untuk berlama-lama menunggu waktu yang tepat untuk memulai langkah-langkah untuk menuju impian hatiku.

Janganlah Kau biarkan aku tertukar antara kehati-hatian dan ketakutan, karena akhirnya aku pun tak tahu apakah penundaanku itu karena aku bijak atau karena aku sebetulnya takut.

Tuhanku, tidurkanlah aku dalam kedamaian dan bangunkanlah aku esok pagi dengan kesegeraan yang kuat untuk memulai dari yang bisa kulakukan.

Janganlah Kau biarkan aku mengembalikan diriku kepada keraguan, setelah rasa yakinku.

Jadikanlah hariku esok, sebagai hari yang ceria dengan keikhlasan mencoba melakukan yang selama ini dijauhkan dariku oleh rasa takutku.

Sesungguhnya, jika Engkau bersamaku, apakah yang masih kutakuti?

Tuhan, selalu dampingilah aku dalam perjalanan hidup yang sejahtera dan berbahagia.

Aamiin

Selasa, 18 Oktober 2011

WIRAUSAHA MUDA DEMI KEMAJUAN BANGSA

Pada dasarnya, semua mahasiswa memiliki pemikiran yang berbeda. Berbeda dari pemikiran orang-orang yang lebih tua maupun orang-orang yang lebih muda. Mereka mempunyai pemikiran yang tidak bisa dipengaruhi oleh orag lain. Istilahnya, “idealis”. Kalau menurut mereka ini benar, ya harus benar. Hal ini menyebabkan munculnya perbedaan antara satu sama lain. Yang akan dibahas disini adalah pendapat tentang mahasiswa secara mayoritas. Ingat, mayoritas. Tak sedikit dari mahasiswa yang memilih fokus di akademika kuliah tanpa menghiraukan kegiatan nonakademik diluar kegiatan kuliah. Mereka mempunyai kecenderungan untuk berada di zona nyaman. Tentu saja karena dari kecil mereka terdidik (dari lingkungan orang tua) untuk selalu berada di zona nyaman. Dan sebagian dari mereka kurang luas paradigmanya mengenai kehidupan karena sedikit mata kuliah tentang kehidupan yang diajarkan di universitas. Oleh sebab itu, wajar.
Mari sejenak kita tengok mengenai topik pengangguran Indonesia. Pengangguran Indonesia yang makin tahun makin menjamur di Indonesia sudah seperti menjadi hal biasa di mata masyarakat. Lulusan sarjana yang tidak mendapat pekerjaan sangat banyak. Bahkan pekerja-pekerja korban PHK menambah jumlah pengangguran di negara kita. Sehingga menyebabkan bertambahnya pula kemiskinan serta kriminalitas di lingkungan masyarakat Indonesia. Mengingat realita yag terjadi tersebut, memulai semangat kewirausahaan ketika mahasiswa sangatlah penting. Bahkan lebih penting dari nilai kumlot. Serius!! Kita bicara fakta saja. Lulus tidak lulus, kumlot tidak kumlot, pintar tidak pintar, nantinya kita harus pintar mencari uang. Intinya sama-sama mencari uang. Tinggal kapan kita akan memulai. Seperti yang kita tahu dari kisah sukses pengusaha-pengusaha muda. Mereka mampu mengoptimalkan waktu yang mereka punya selagi mereka muda. Mereka mencoba segala peluang yang ada di hadapan mereka. Karena ini rumusnya: Coba dulu baru perbaiki. Bukan Rencana yg matang baru dijalankan. Bisa-bisa Anda ketinggalan. Jangan sampai Anda membuang waktu dan Anda menjadi manusia yang merugi. Coba dulu baru rasakan. Jangan takut gagal. Karena pasti adakalanya kita gagal. Tp tidak mungkin selamanya akan gagal. Kalau terjatuh pungutlah sesuatu. Artinya: Ambil pelajaran setelah Anda gagal dan lanjutkan! Jangan mundur atau Anda akan mulai dari awal. Apa Anda mau menjadi orang yang selalu mulai dari awal terus?
Pada akhirnya kita sebagai generasi terdidik pembaharu bangsa memiliki kewajiban yang sama untuk memajukan bangsa Indonesia. Menjadi seorang wirausaha yang mampu menyerap ribuan pekerja serta mengurangi pengangguran di Indonesia menjadi tugas penting yang mulai harus kita pikirkan semenjak dini. Focus and never give up!

Sabtu, 08 Oktober 2011

Who Am I ?

Saya adalah seorang mahasiswi luar biasa.
Yang masih belum mengerti banyak hal tentang hidup
Yang masih belajar untuk memahami, mengerti, dan menemukan jati diri
Yang masih harus memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain
Saya adalah seorang anak dari kedua orang tua saya
Yang masih sering membantah perkataan orangtua
Yang masih sering membuat orangtua “mengelus dada”
Namun, saya masih terus mencoba
Mencoba untuk menjadi anak yang membahagiakan mereka
Mencoba menjadi anak terbaik yang mereka punya
Saya adalah seorang wanita yang terus,, terus dan terus belajar menjadi pribadi baik yang akhirnya dapat menjadi penghuni SURGAWI