Sabtu, 31 Desember 2011









Aku baru tahu bahwa kamu memendam kesedihan mu sendiri. Kamu yang selalu tampak sempurna. Bahkan tak terlihat sedikit pun kekurangan dalam diri mu. Tapi ternyata memendam kesedihan yang begitu mendalam. Mengapa tak pernah ceritakan itu padaku? Kenapa aku harus tau dari orang lain? Aku merasa ingin membantumu, atau paling tidak membantu meringankan sedikit beban di hatimu. Aku tau kalau kamu menyimpannya sendiri. Kamu yang sudah aku anggap sebagai bagian dari diriku. Yang telah memahami di masa-masa labil ku dulu. Kamu yang selalu menguatkan aku tentang arti kehidupan. Kamu yang memberiku pedoman agar selalu dapat berdiri tegak dengan kaki ku sendiri. Dan sekarang kamu lihat? Aku mampu berdiri sendiri dengan kaki ku, walaupun dengan susah payah meyakinkan diriku setelah kepergian mu. Aku tidak pernah tahu kamu punya kesedihan itu. Kamu… kamu.. bahkan tak memberi ku kesempatan. Aku sudah besar, aku bukan lagi seekor kepompong ingusan yang tidak mengerti apa-apa. Aku mampu membuktikan padamu bahwa aku bukan gadis labil itu lagi. Aku ingin membuktikan padaamu bahwa aku bisa pergi menjemput impian ku. Aku ingin sepertimu. Menjadi manusia berkualitas yang selalu nampak mempesona. Entahlah, nampaknya tak ada yang bisa mengalahkan kedudukan mu di pikiran ku. Kamu tetap saja pahlawan di mataku. Tapi ini semua bukan salah mu, aku yang terlalu bodoh sampai-sampai tidak dapat membantu mu, tidak berani mendekati sosok mu di depan ku, aku bahkan tak mampu menggapai tangan mu. Aku merasa sangat tidak pantas untuk membantumu. Maafkan aku. Aku tidak tahu harus bagaimana setelah kamu menjauh perlahan dari hidupku. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku masih memperhatikan mu, aku masih peduli terhadap mu dan aku akan selalu masih disini untuk membantu mu :’)

Rabu, 07 Desember 2011




Judul : Serbuan Maut The Raid
Sutradara : Gareth Evans
Pemeran : Iko Uwais, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian
Tanggal rilis : 8 September 2011 (TIFF)
19 Januari 2012 (Indonesia)
Genre : Action

Indonesia di gemparkan dengan hadirnya film baru ber-genre action yang disebut-sebut sebagai film terbaik sepanjang zaman perfilman action Indonesia. Setelah sukses dengan film pertamanya Merantau, Gareth Evans muncul kembali dengan film nya yang fresh bebabau action, The Raid. Film yang ramai diperbicangkan belakangan ini ternyata mampu menyita perhatian masyarakat, tidak hanya masyarakat Indonesia saja melainkan juga penggemar film Internasional. Kemapuan sang sutradara, Gareth Evans, yang mampu mengolah adegan demi adegan sedemikian cantik sehingga mampu membawa film yang di sutradarainya ini berhasil memenangkan penghargaan di ajang festival Internasional. Film ini disebut-sebut hak distribusinya dibeli oleh Sony Pictures WorldWide Acquisition SPWA, sehingga film ini bisa diputar diseluruh Amerika. Selain di Amerika Serikat, film ini juga telah terjual di berbagai network dan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya, seperti Kanada oleh Alliance, Inggris oleh Momentum, Australia oleh Madman, Prancis oleh SND, Jerman oleh Kosch, Jepang oleh Kadokawa, Cina oleh HGC, dan Turki oleh Calinors.
Adegan-adegan dalam film ini sangat mengaggumkan seakan ini film asli hollywood, dan adegannya tampak sangat kejam seperti sungguhan. Film tersebut menonjolkan seni bela diri pencak silat yang merupakan seni bela diri khas Indonesia. Setelah pertunjukan perdananya pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival) (TIFF), para kritikus dan penonton memuji The Raid sebagai salah satu film aksi terbaik pada beberapa tahun terakhir ini.
Adapun cerita dan sinopsis Film Serbuan Maut The Raid yaitu bercerita tentang tim SWAT yang mengepung sebuah blok apartemen kumuh untuk menangkap seorang bandar raja narkotik yang bernama Tama diperankan oleh Ray Sahetapi. Kekuasaan dan kekuatan uang sang Bandar menyebabkan beliau tidak pernah tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Jangankan menangkap, gedung ini pun bisa dibilang kebal dari jangkauan polisi dan belum pernah sekalipun tersentuh oleh aparat. Gedung ini merupakan tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pencuri, bandar narkotika dan pemerkosa. Tetapi ternyata tim SWAT ditugaskan untuk menangkap sang bandar di gedung tersebut. Pagi-pagi buta tim SWAT mulai melancarkan aksi nya untuk menangkap sang Bandar. Aksi ini mereka lakukan secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Satu persatu lantai dari gedung ini dikuasai tim SWAT, tetapi pada akhirnya penyerangan ini terbongkar oleh Tama Sang Bandar. Tama memerintahkan untuk mengunci rapat-rapat gedung apartemen tersebut dengan cara memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Akhirnya tim SWAT yang terdiri dari 20 orang ini terkunci dan tidak memiliki jalan keluar. Tanpa komunikasi, tim SWAT terjebak di gedung yang penuh dengan para kriminal kelas kakap. Berbagai pertempuran, pembunuhan serta perkelahian mereka lakukan untuk melawan para penjahat, karena memang tidak ada lagi jalan keluar. Satu-satu nya cara yaitu membunuh dan menangkan Sang Raja Bandar dan juga mencoba untuk bertahan hidup.
Adegan-adegan dalam Film ini merupakan kombinasi dari adegan seperti pada film Die hard dengan Assault On Precinct 13. Bagi yang tidak sabar dan penasaran menonton, harap sabar menunggu karena Film Serbuan Maut The Raid ini direncanakan tayang di Indonesia pada tahun 2012 mendatang. Jangan kelewatan buat nonton yaaa~