Senin, 25 Juni 2012

Ketika Cinta nya Tak Seperti yang Kau Mau


Sebuah catatan kecil dari seorang wanita yang membuat ku tergerak ingin mempublikasikannya dalam blog ini,  perasaan tak dapat bergerak karena ada bayang-bayang masa lalu menimpa sebagian besar orang-orang yang gagal move-on.. Berikut sepucuk surat yang ingin di sampaikan pada seorang wanita kepada cinta nya yang bahkan sampai sekarang belum ia kirim kan ....


Dear Love,


Pada detik ini aku mencapai sebuah titik kebimbangan
Akan sebuah ketentuan yang (lagi-lagi) harus ku pertimbangkan
Perasaan mengganjal yang entah sampai kapan bertahan karena terpendam
Sudah lama aku membiarkannya berjalan tanpa ada kejelasan
Menganggap suatu saat nanti Ia berpaling dan menyambut ku dengan sapa
Membuang semua asa yang pernah ada
Tapi ternyata seiring waktu berjalan ia tak kunjung datang
Membuat hati semakin gelisah dan tak tahu arah
Pernahkah ia tahu bahwa ada ruang kosong di hati ini yang selalu aku sisihkan untuk nya?
Apakah harus sedemikian menyedihkan ?
Seorang wanita Aries yang seharusnya tegar akan semua rintangan
Mendadak diam jika disinggung tentang cinta
Mendadak menghilang jika seseorang mencoba mendekati
Namun,
Bahkan tidak pernah terselip dipikirannya tentang ku
Tiga tahun berlalu tanpa dia ingin tahu keberadaan ku
Sedangkan aku? Tersiksa hidup dengan setiap bayang nya
Benar-benar terasa tidak adil
Aku ingin semua ini segera berakhir
Jika memang aku tak pantas menghamba nya tolong katakana pada ku
Karena jika Ia sendiri yang memintanya aku akan melakukannya ..
Namun (lagi-lagi), kodrat sebagai wanita terus saja menghentikan langkah ku
Seoalah menjerit dimana harga diri dan perasaan malu ku?
Tiga tahun lamanya, dan dia tidak pernah sekalipun menghubungi ku
Haruskah aku menyodorkan diri ku di hadapannya untuk mengemis perhatian darinya?
Aku rasa TIDAK!
Apakah perasaan ini ku buat sendiri?
Haruskah aku melupakannya dengan jawaban yang aku buat sendiri bahwa dia memang tidak mungkin untuk ku?
Pilihan nya hanya ada 2!
Aku pertegas dengan bertanya langsung pada nya, dengan segala konsekuensi akan malu dan segala resiko yang tak menentu
Atau aku lupakan semua rencana yang ada lalu mulai jalani hidup ku kembali dengan semestinya dan membiarkannya menghilang seiring waktu berjalan?
Hhhh,
Aku sudah mencoba pilihan kedua, bahkan dengan mencoba memberi kesempatan untuk orang lain mengisi hati ini
Namun gagal, bahkan menambah banyak hati lain yang terluka
Lalu aku harus bagaimana??
Aku harus bagaimana??
Siapa pun itu, tolong bantu aku???!!!