Selasa, 01 November 2011

Pria Menentukan Wanita Memilih


Terdengar tak adil memang,
Banyak pria yang tak pandai mengambil sikap untuk menentukan,
dan atau wanita yang tak pandai mengolah hati dan pikrannya untuk memilih
ketika paradigma tersebut masih melekat pada dasar pikiran manusia
membuat seonggok daging yang bernyawa terus saja berjalan tak terarah
memberikan sebuah pertanyaan besar yang mebuat hati ini terdiam
menyedot waktu dan tenaga yang tersisa untuk menentukan sikap
jangan bertanya tentang pilihan pada ku
karena sungguh aku tak tahu
jangan paksa aku untuk menentukan bagaimana kisah ini kan berlanjut
karena sungguh aku pun tak mengerti
kau yang hadir tiba-tiba dalam hidup ku,
mengisi setiap ruang kosong yang ku sisihkan sejak dulu
mencoba menyusup perlahan dan mengusik luka lama yang masih tersimpan
mencoba menggeser dan menggantikan nya dengan sosok mu yang baru
kau yang membuatku terpaku dengan sebuah pertanyaan senja itu
ooh bukan sebuah pertanyaan mungkin, ini lebih tepat disebut sebagai pernyataan
sesak,
aku kehabisan udara,
dia masih ditempat dengan wajah kosong menatap bayang masa laluku,
menunggu ?
Mau sampai kapan aku harus menunggu lagi ?
Penantian untuk seseorang di masa lalu ?
apa yang masih aku harapkan darinya ? Bahkan mungkin ia telah lupa ?
oh haruskah aku memberinya waktu lagi ?
Atau aku harus memberikan kesempatan untuk sosok di hadapan ku sekarang ?
Sosok asing yang menyita perhatian ku beberapa bulan terakhir
Tuhan,
aku tak dapat bergerak
aku belum benar-benar mengenalnya
aku belum benar-benar mengerti apakah aku dapat memulai nya
Cinta,
aku bahkan lupa bagaimana rasanya
Cinta,
lagi-lagi kau menyodorkan ku sebuah pertanyaan yang membuat ku ragu
East Suraya,
ketika kau terlalu sibuk dengan apa yang ada di depan mu
sampai-sampai kau tak lihat ada seseorang yang mengamati mu dan memohon untuk menjadi pelindung mu
dan ketika ia menyodorkan cinta nya padamu,
kau tertegun dan tak mampu berkata apapun
namun,
disaat langkah mu mulai bimbang
tapi hati kecil mu bilang “ya” ….
:))

Tidak ada komentar: